Kamis, 03 Desember 2015

Pustakawan dan Filosofi Bunga Teratai


Bunga Teratai, siapa yang tidak tau tentang bunga ini. Bunga teratai merupakan salah satu bunga inspirasi bagiku, dia bunga yang indah tetapi bisa hidup dan berkembang di sebuah tempat yang bisa dibilang tidak indah, lumpur, rawa dan sawah. Tetapi apa itu apakah itu lantas mematikan si bunga untuk tumbuh dan berkembang, Tidak! Bunga teratai justru dapat berkembang dan tumbuh dengan indahnya, membuat sesuatu yang nampak buruk dan kotor menjadi indah untuk dipandang. Si Bunga Teratai tetaplah tumbuh dan berkembang tanpa terpengaruh oleh lingkungan sekitar dia. 




Profesi Pustakawan, salah satu profesi yang memang belum terlalu memasyarakat di telinga. Tapi saya sudah tidak asing dengan profesi tsb, karena saya berprofesi pustakawan. Coba kita katakan pustakawan, pasti banyak orang bertanya, tetapi kalau kita mengatakan kerja di perpustakaan pastilah dijawab tukang jaga buku. Mengapa demikian, karena perpustakaan di-brand image-kan oleh masyarakat sendiri dengan tempat buku, gudang buku. Jadilah kita seperti malu dengan profesi pustakawan karena dianggap bekerja di gudang buku. Itu permasalahan malu dengan profesi kita. Lalu ada lagi, ketika kita memasuki dunia kerja nyata, perpustakaan identik dengan orang buangan, orang bermasalah ya itulah kenyataan yang harus dihadapi bukan untuk alasan melarikan diri.

Sebagai seorang pustakawan apakah kita harus merasa malu dan diam akan image dari profesi kita sendiri, dimana image kita buruk di mata masyarakat karena ketidaktahuan mereka akan informasi tentang profesi kita dan juga tentang perpustakaan. Apakah semua pandangan keliru dan lingkungan yang tidak mendukung membuat kita tidak bangga dengan profesi kita sehingga mematikan semangat kita untuk menjadikan profesi lebih bersinar?

Tak ada salahnya seorang pustakawan mengadopsi filosofi bunga teratai. Pustakawan tidak lah terlalu keren dan indah di mata masyarakat karena ketidaktahuan mereka akan profesi kita. Tetapi kita wajib tetap bersinar dan berkembang menjadi profesi yang “Indah” agar masyarakat mau melihat ke arah kita. Bekerja di perpustakaan dengan semua segala kekurangan yang ada tempat orang bermasalah, perpustakaan masih jadul perpustakaan kecil dan perpustakaan berada di pojokan belakang adalah semua tergantung kepada pustakawan bagaiman menjadikan perpustakaan itu bersinar dan indah agar dapat mencuri perhatian masyarakat.

Perlu dipahami adalah bahwa semua kekurangan dan permasalahan yang berkutat pada profesi dan tempat kerja kita merupakan penyemangat dan membuat kita lebih kuat dan lebih kreatif untuk menjadi lebih, lebih dan lebih baik. Kita dapat melakukannya karena kita adalah Seorang Pustakawan. Bunga Teratai saja bisa hidup dengan semua kondisi yang dianggap sebagain orang tidak menguntungkan, apakah kita mau kalah dengannya. Kita terlahir sebagai manusia, makhluk yang sempurna dengan memiliki segala kelebihan pastilah mampu untuk dapat tetap tumbuh dan berkembang di tengah gejolak yang ada. Ingatlah Allah memberi masalah kepada kita bukan untuk menjadi lemah tetapi untuk menjadi kuat.

Pustakawan adalah sebuah profesi yang cantik karena dia memberikan pengetahuan dan ilmu kepada pemustakanya tanpa pamrih tanpa perlu pengagungan akan profesinya. Profesi pustakawan sebagai penjaga buku, bukan dia adalah penjaga agar semua informasi dan pengetahuan yang ada di dalam buku terLESTARIKAN kepada masyarakat. Profesi Pustakawan adalah profesi orang buangan, yang bermasalah dan dibuang itu orangnya bukan profesinya. Perpustakaan tempat orang bermasalah karena niatan pimpinan adalah agar mereka mau merubah sikap buruknya dan kita sebagai pustakawan dapat secara perlahan memberikan pencerahan bagi yang bermasalah tersebut karena tidak semua profesi mampu melakukan hal yang demikian dan perpustakaan merupakan pusat ilmu pengetahuan yang dapat digunakan oleh orang bermasalah tersebut menempa keilmuawan mereka.

So, masih malukah anda dengan profesi Pustakawan? Masih ragukah anda dengan profesi Pustakawan? Jangan hanya bersembunyi dan diam serta menghindar atau berbohong ketika ada yang bertanya Kerja dimana atau profesimu apa? Jangan malu dengan profesimu karena lingkungan yang tidak mendukung karena itu yang membuat Profesi Pustakawn tidak tumbuh indah layaknya bunga Teratai.

Ayo Pustakawan jadilah bunga teratai, tetap indah dimanapun tempatnya berada.


Regards,


4 komentar:

  1. Awal tulisan yang menarik, semoga dapat menginspirasi generasi muda untuk menjadi pustakawan

    BalasHapus
  2. filosofi yg inspiratif, bangga jadi bunga teratai bangsa ini :D

    BalasHapus
  3. Q bangga dengan profesiku "i'm librarian😄"
    Setuju banget dengan filosofi ini, dimanapun kita berada kita tetap bisa menjadi berguna 😍

    BalasHapus
  4. Pustakawan cerdas harus bangga dengan profesinya.seperti bunga teratai. dimanapun tempat tumbuhnya semoga menjadikan tempat itu tempat yang lebih indah.

    BalasHapus